Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Migrain


Pada kesempatan kali ini, seadonet akan membahas seputar tentang migrain, mulai dari penyebab, gejala, dan cara mengatasi migrain. Sahabat sehat, banyak orang yang sering mengalami sakit kepala atau sering dikenal dengan istilah migrain. Migrain merupakan sakit kepala sebelah yang nyerinya berdenyut hebat dan terjadi berulang-ulang. Biasanya mengenai salah satu sisi kepala, tetapi kadang-kadang mengenai kedua sisi kepala. Sakit kepala sebelah merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dialami dewasa ini, muncul satu sampai delapan kali dalam sebulan. Nyeri timbul secara mendadak dan bisa didahului atau disertai dengan gejala gangguan penglihatan seperti berkunang-kunang, gangguan saraf, atau gangguan saluran pencernaan (mual, muntah).

Sakit kepala sebelah atau migrain sangat sering terjadi, dimana satu di antara sepuluh orang akan mengalaminya. Migrain bisa terjadi pada usia berapa saja, tetapi umumnya pada permulaan masa dewasa. Biasanya mulai timbul pada usia antara 10-30 tahun, kadang-kadang menghilang setelah usia 50 tahun. Migrain lebih sering menyerang wanita dan yang memiliki riwayat migrain dalam keluarganya.
Sakit kepala migrain biasanya lebih hebat daripada sakit kepala menekan. Migrain dapat sering terjadi selama waktu yang panjang, tetapi kemudian menghilang selama beberapa minggu, bulan, bahkan tahun.

Penyebab Migrain

Migrain dapat timbul karena faktor internal maupun eksternal. Faktor internal antara lain karena peningkatan hormon pada siklus menstruasi. Lebih dari separuh penderita memiliki keluarga dekat yang juga menderita migrain, sehingga diduga ada kecenderungan bahwa penyakit ini diturunkan secara genetik. Faktor internal lain adalah adanya perubahan metabolisme otak. Faktor eksternal meliputi keadaan stress. Kelelahan atau terlalu banyak tidur, puasa atau terlambat makan, perubahan cuaca, perbedaan tekanan udara (pada ketinggian), beberapa jenis makanan dan obat-obatan.

Migrain terjadi jika arteri yang menuju otak menyempit (konstriksi, mengerut) dan kemudian melebar, yang akan mengaktifkan reseptor nyeri di dekatnya. Apa yang menyebabkan pembulah darah tersebut mengerut dan melebar, tidak diketahui secara pasti. Tetapi diperkirakan pengaruh kadar serotonom (bahan kimian yang berperan dalam komunikasi sel saraf) abnormal rendah dapat memicu terjadinya konstriksi pembuluh darah. Kadang-kadang migrain juga disebabkan oleh kelainan pembentukan pembuluh darah. Pada kasus seperti ini, sakit kepala hampir selalu dirasakan pada sisi kepala yang sama. Pelebaran pembuluh darah dapat dicetuskan oleh makanan, pembuluh hormonal, stres, setelah terbang jauh, lampu yang sangat terang atau berkedip-kedip, berhenti minum kopi atau teh secara mendadak.

Gejala Migrain

Sekitar 10-30 menit sebelum serangan sakit kepala datang, sering didahului oleh suatu periode yang disebut aura atau prodroma dengan manifestasi timbulnya gejala-gejala depresi, mual atau hilangnya nafsu makan, hal ini sering terjadi pada sekitar 20% penderita. Penderita lain mengalami hilangnya penglihatan tertentu (bintik buta atau skotoma) atau melihat cahaya yang berkelap-kelip. Ada juga penderita yang mengalami perubahan gambaran seperti sebuah benda tampak lebih kecil atau lebih besar dari yang sebenarnya. Beberapa penderita merasa kesemutan, perasaan kaku atau lemah pada sisi muka dan tubuh yang terserang. Juga merasa mual, muntah, dan dingin pada anggota gerak. Biasanya gejala-gejala ini menghilang sesaat sebelum sakit kepala dimulai, tetapi kadang timbul bersamaan dengan munculnya sakit kepala atau berlangsung terus dan bahkan makin hebat nyerinya. Nyeri biasanya berdenyut-denyut seperti dipukul-pukul atau ditarik-tarik. Nyeri karena migrain dapat dirasakan pada salah satu sisi atau di seluruh kepala. Kadang-kadang tangan dan kaki saat diraba terasa dingin dan tampak membiru. Serangannya dapat bervariasi. Pada suatu waktu sisi kanan yang terserang dan pada waktu lainnya sisi kiri yang terserang. Gejala dengan perasaan tak tentu yang tidak normal (aura) pada beberapa kasus mendahului serangan sakit kepala. Aura tersebut bisa berbentuk seperti melihat titik terang, garis-garis bergelombang, buta sementara, atau bau dan suara yang aneh.

Cara Mendiagnosis Migrain

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu memperkuat diagnosis migrain. Biasanya diagnosis ditegakkan berdasarkan pola sakit kepala yang khas, nyeri kepala pada satu atau kedua sisi yang dapat berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya, mual, pusing, gangguan penglihatan (akibat adanya pengerutan atau pelebaran pembuluh darah di kepala). Pemeriksaan fisik dengan pengamatan yang seksama pada pembuluh darah di sisi kepala akan terlihat menonjol dan berdenyut.

Cara Mencegah Migrain

a. Beberapa obat yang diminum setiap hari dapat mencegah serangan migrain.
b. Beta bloker propanolol memberikan efek bebas gejala jangka panjang.
c. Bisa juga diberikan penghambat saluran kalsium (verapamil).
d. Obat antikejang (divalproex sodium) yang telah terbukti dapat mengurangi frekuensi timbulnya serangan migrain, jika diminum setiap hari.
e. Metisergid merupakan salah satu obat yang paling efektif untuk mencegah migrain, tetapi tidak boleh digunakan terus-menerus karena memiliki komplikasi berupa fobrosis peritonealis (pembentukan jaringan parut di selaput perut), yang dapat menghalangi aliran darah ke organ vital. Karena itu, penggunaan obat harus selalu berada dalam pengawasan dokter.

Cara Mengobati Migrain

Jika tidak diobati, serangan migrain dpaat berlangsung beberapa jam atau hari. Pada beberapa penderita, sakit kepalanya ringan dan dapat dihilangkan dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran. Namun, serangan migrain seringkali hebat dan membuat penderita menjadi tidak berdaya, terutama jika disertai dengan mual, muntah, dan silau mata (fotopobia). Pada kasus seperti ini, biasanya selain obat pereda nyeri, penderita juga membutuhkan istirahat dan tidur untuk mengurangi sakit kepalanya.
Obat yang paling banyak digunakan adalah ergotamin (suatu vasokonstriktor), yang menyebabkan mengerutnya pembuluh darah sehingga membantu mencegah pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan nyeri. Kafein dalam dosis tinggi juga membantu mencegah melebarnya pembuluh darah dan sering kali diberikan bersamaan dengan obat pereda nyeri atau ergotamin. Obat-obat baru (misalnya eletriptan, naratriptan, rizatriptan, sumatriptan, dan zolmitriptan) berfungsi untuk meningkatkan efek serotonin. Obat-obat ini lebih efektif daripada aspirin atau asetaminofen, tetapi harganya lebih mahal. Ergotamin dan obat-obat baru kadang-kadang dapat berbahaya, karena tidak boleh digunakan melebihi yang dianjurkan atau diresepkan.

Perawatan Untuk Penderita Migrain

a. Cukup istirahat dan tidur yang berkualitas.
b. Hindarkan ketegangan saraf atau emosi.
c. Rendamlah kaki ke air hangat selama 20 menit.
d. Kompreslah kepala dengan air dingin atau es.

Jenis sakit kepala lainnya seperti vertigo dapat dibaca pada artikel Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Vertigo.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.