Penyebab, Gejala, dan Mengatasi Vertigo


Sahabat sehat pada kesempatan kali ini seadonet akan membahas tentang sakit kepala jenis vertigo yaitu penyebab, gejala, dan mengatasi vertigo yang sering dialami oleh banyak orang. Dalam bahasa Yunani, vertigo berarti berputar, yakni jenis sakit kepala yang seolah berputar ketika kambuh. Dimana penderitanya merasa bergerak atau berputar, puyeng, atau merasa seolah-olah benda bergerak atau berputar. Biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan. Vertigo biasanya hanya berlangsung dalam beberapa saat atau bisa berlanjut sampai kadang beberapa jam bahkan hari. Penderita kadang-kadang merasa lebih baik jika berbaring, tetapi vertigo dapat terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.

Penyebab Vertigo

Vertigo terjadi akibat oksigen yang masuk ke otak berkurang untuk sementara. Penurunan jumlah oksigen ini mengakibatkan kepala terasa ringan seperti mau jatuh atau pingsan. Vertigo juga disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Lapar atau asupan makanan yang tidak memadahi.
b. Mengalami tekanan batin yang hebat.
c. Berdiri secara mendadak dari posisi berbaring atau duduk.
d. Pusing atau vertigo juga dapat merupakan akibat atau pertanda dari penyakit seperti anemia (kekurangan sel darah merah), penyakit jantung, atau penyempitan arteri yang menuju otak.

Gejala Vertigo

Ada beberapa gejala vertigo antara lain yaitu adanya perasaan dirinya sedang bergerak atau berputar, atau benda di sekitarnya bergerak atau berputar. Biasanya disertai mual dan hilangnya keseimbangan. Serangan vertigo berlangsung selama beberapa saat atau dapat berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari.

Cara Mendiagnosis Vertigo

Sebelum memulai pengobatan harus ditentukan sifat dan penyebab vertigo. Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkan dengna otak. Mata juling juga dapat membantu untuk mendiagnosis vertigo. Juling (nistagmus) adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Nistamus dapat dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam lubang telinga. Untuk menguji keseimbangan ini, penderita diminta untuk berdiri kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka kemudian dengan mata tertutup. Tes pendengaran kerap kali dapat menentukan ada/tidaknya kelainan pada telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Pemeriksaan lainnya dapat dilakukan dengan CT-scan atau MRI kepala yang dapat menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf. Jika ada dugaan terdapat suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan telinga atau sinus, atau dari tulang belakang melalui pungsi lumbal. Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, dilakukan pemeriksaan angiogram untuk melihat ada atau tidaknya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.

Pengobatan Vertigo

Pengobatan vertigo tergantung pada penyebabnya. Obat untuk mengurangi vertigo ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin, dan skopolamin. Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness dapat berbentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. Semua obat di atas dapat menimbulkan kantuk, terutama pada orang usia lanjut. Namun, skopolamin berbentuk plester kulit memiliki efek kantuk yang paling sedikit. Tindakan praktis yang paling dapat dilakukan adalah sebagai berikut
a. Jika merasa pusing, duduklah segera dan letakkan kepala di antara dua lutut.
b. Carilah tempat yang aman untuk berbaring.
c. Segera kuasai perasaan anda sehingga pikiran menjadi tenang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.