Manfaat Tanaman Lidah Buaya


Sahabat sehat, pada kesempatan kali ini seadonet akan membahas tentang tanaman yang paling banyak digunakan untuk kecantikan yaitu manfaat tanaman lidah buaya atau sering dikenal aloe vera (Crododiles tongues). Tanaman ini tidak diketahui secara pasti asal usulnya, namun banyak ahli yang mengatakan bahwa lidah buaya berasal dari Afrika Utara, dan ada beberapa yang mengatakan lidah buaya berasal dari Macronesia. Saat ini, lidah buaya sudah di kenal di masyarakat luas dan hampir tersebar di seluruh daerah tropis dan sub tropis baik sebagai tanaman hias yang unik daunnya.

Tanaman lidah buaya merupakan jenis herba menahun dengan batang yang sangat pendek. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getaas, tepinya bergerigi/berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjangnya sekitar 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm. Bunga berwarna kuning kemerahan.

Manfaat Lidah Buaya

Selain dikenal sebagai tanaman hias, tanaman ini juga telah lama dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang dapat dimanfaatkan secara internal maupun eksternal. Secara eksternal, daunnya yang tebal mengandung gel berwarna bening ini populer sebagai penyubur rambut dan lendirnya juga ampuh untuk mengobati luka bakar, luka tersayat dan bisul. Daging daunnya dapat dikonsumsi dan berkhasiat untuk mengobati penyakit kencing manis, batuk rejan, dan sembelit. Dalam perkembangannya sekarang lidah buaya semakin digemari masyarakat karena khasiatnya yang beraneka ragam termasuk untuk jus aloe vera dan nata de aloe.

Cara pemakaian lidah buaya

a. Sebagai penyubur rambut, gunakan bagian dalam daun lidah buaya yang berupa gel bening seperti agar-agar, dogosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain keesokan harinya rambut dicuci. Pemakaian dapat dilakukan setiap hari selama 3 bulan.
b. Bagian dalam daun lidah buaya dapat ditempelkan pada bagian tubuh yang luka ringan akibat terbakar atau tersiram air panas.
c. Daun lidah buaya yang segar dihaluskan kemudian ditambah sedikit garam dan tempelkan pada bisul.
d. Untuk mengobati kencing manis, lidah buaya dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 setengah gelas saja. Ramuan ini diminum sehari 3 kali setengah gelas, setelah makan.
e. Daun segar dan tebal sekitar 15-1 cm, direbus kemudian ditambah dengan gula dan diminum untuk mengobati batuk rejan.
f. Setengah batang daun lidah buaya dicuci, dibuang kulitnya dan durinya, isinya di poton kecil kemudian diseduh dengna menggunakan setengah gelas air panas ditambah dengan satu sendok makan madu, hangat-hangat dimakan sehari 2 kali untuk mengatasi keluahan sembelit.
Pemakaian lidah buaya secara internal tidak dianjurkan untuk wanita hamil.

Cara membudidayakan tanaman lidah buaya

Lidah buaya tergolong sebagai tanaman yang mudah sekali tumbuh, untuk memperbanyak tanaman lidah buaya dapat dilakukan dengan cara memisahkan tunas-tunas yang muncul pada pangkal batang atau dengna cara stek batang.

Cara perawatan tanaman lidah buaya

Lidah buaya termasuk relatif mudah dalam perawatannya. Tumbuhan ini memerlukan drainase yang baik pada tanah yang subur berpasir baik ditanam di tanah maupun dalam pot dan memerlukan cahaya yang cukup. Oleh karena itu, tanaman lidah buaya dapat ditanam di pot-pot hiasan depan rumah atau digantung di teras rumah. Untuk menjaga agar tanaman terlihat segar maka diperlukan pengairan, pemupukan dan penyiangan tanaman gulma secara berkala sesuai kebutuhan. Penyiraman dilakukan secara hati-hati, cukup dituangkan ke media tanam agar lidah buaya tidak patah terkena siraman air. Agar tampak lebih indah, perlu diperhatikan pengurangan tunas-tunas anakan dan pemangkasan daun-daun yang telah layu dan tua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.